Senin, 14 Juli 2014

Bocah

Dua bocah bermain gobak sodor di halaman rumah,
Kiri kanan, kiri kanan, kiri kanan,
Langkah kaki silih berganti,
Dengan raut muka girang tanpa memikirkan warna merah, kuning, hijau, ataupun  biru.
Dua bocah dengan muka kucal berantakan,
Tertawa dibawah pohon terpingkal hingga tidur pulas,
Bangun  dikala  senja dengan kenangan indah hari ini..

Kurawa dan Pandhawa

Aku mulai bosan dengan tingkah mereka…
Mereka…. Mereka….. Mereka…. Mereka…. dan Merekaaa…
Pandhawa dan Kurawa..
Aku mulai muak dengan tingkah-tingkah para pandhawa yang merongrong kekuasaan kurawa,
Aku sungguh tak suka dengan sikap mereka yang tak mau menyenangkan hati siwo mereka yang buta itu,
Aaaakkkkkkkkkkkkhhhhhhhhhhh……….
Jahanam kalian semua,
 Akupun muak dengan tingkah polah para kurawa,
Mereka tak sedikitpun punya welas asih pada adiknya.
Tak ada sikap hormat dan santun,
Bejat………
Aku muak dengan kalian para Pandhawa dan Kurawa atas mengalirnya darah di kurusetra,
Atas matinya prajurit-prajurit yang dinanti kepulangannya oleh anak dan istrinya,
Aku muak dengan tingkah kalian,
Dan akan aku ingat semua ini Durgandhini,
Karena egomu darah tumpah ditanah ini,

Aku tak akan lupa.